Oleh: Abu Milik Gusti Pengeran
aku mulai pergi, dengan hampa menjadi teman yang selalu lupa pada akhirnya
pergi menantang resah
dan
lebih jauh untuk tuai bunga didepan mukaku
yang sudah terserat sesat luruskan padat mandat
semakin aku dekat pada resah
semakin luka lurus menyilang mukaku untuk datang padanya
padahal aku hanya dengan senjata sederhana
sebuah tulang rusuk patah dan menangis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar